Melali ka Cikini (2)

IMG20160605175049

Hari kedua di Cikini, suasananya tenang dan damai. Apa mungkin karena hari Minggu?

Hari kedua di Cikini berarti hari terakhir di Jakarta dalam perjalanan kali ini. Saya tidak punya banyak kegiatan, karena dapat undangan untuk menghadiri acara alumni Persatuan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI).

Saya memang alumni pers mahasiswa, tapi tak tergabung di PPMI. Meski tak terhitung alumni, saya tetap datang memenuhi undangan teman saya. Pertemuan ini adalah diskusi tentang Perda bermasalah untuk mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik.

IMG20160605105101
Alumni PPMI menyelenggarakan diskusi peninjauan Perda bermasalah (dok. pribadi)

Lokasi diskusinya tidak jauh dari tempat saya menginap, sekitar 500 meter. Saya pun berjalan kaki menuju lokasi diskusi, sebuah restoran Sunda. Sesampai di sana, peserta diskusi sudah banyak yang datang. Rata-rata para alumni PPMI dan juga wartawan.

Di acara ini saya berkenalan dengan Nungki, alumni Universitas Udayana Bali. Dulu dia pernah bergabung di Pers Mahasiswa Klorofil dari Fakultas Pertanian. Selain Nungki, saya bertemu beberapa orang lainnya yang juga alumni pers mahasiswa di Bali. Wah banyak juga yang hijrah di Jakarta.

Menurut Nungki, alumni PPMI mengadakan diskusi ini untuk memfasilitasi para alumni PPMI serta media yang ingin meliput isu-isu tertentu. Acara ini terbuka untuk umum. Banyak sekali yang hadir hingga ruangan melebihi kapasitas.

Beberapa wartawan terlihat duduk saja di luar. Kabarnya mereka menunggu waktu untuk wawancara door stop, ketika narasumber pulang. Benar saja, begitu selesai acara para wartawan ini berebut mewawancarai narasumber. Panitia langsung sigap dan mengamankan mereka dari para jurnalis bodrek, istilah jurnalis yang kerap minta amplop pada narasumbernya.

Meskipun saya tidak bergabung dengan PPMI, mereka sangat terbuka. Bukan soal pernah atau tidak pernah menjadi bagian dari PPMI. Jika dulu pernah jadi anggota pers mahasiswa, maka bisa juga bergabung dengan PPMI.

Deretan Kafe di Cikini

Setelah acara PPMI, saya menuju kafe di depan hotel tempat saya menginap, namanya Workroom Cafe. Sebenarnya ada banyak kafe yang menarik untuk dikunjungi di sepanjang jalan Cikini Raya. Desainnya unik dan vintage.

IMG20160605162633
Ngafe, ngenet, ngeblog di Workroom Cafe (dok. pribadi)

Saya memilih Workroom karena yang paling pertama muncul di mesin pencarian. Tempatnya tidak terlalu besar. Ada beberapa sofa besar yang nyaman. Tapi saat itu cukup penuh. Akhirnya saya duduk di meja pinggir ruangan dengan kursi yang tinggi. Tentunya kafe ini lengkap dengan jaringan internet!

Lukisan di Trotoar

Ada spot yang menarik untuk berfoto di Cikini. Persis di depan Workroom Cafe, saya menemukan trotoar yang unik. Sepanjang 120 meter trotoar di Jalan Cikini Raya telah digambar mural. Dilansir dari Liputan6.com, ternyata mural trotoar ini dibuat oleh mahasiswa seni rupa IKJ tepat setahun lalu. Saya baru sadar trotoar ini ketika menjelang malam. Sayang sekali tidak sempat banyak foto karena gelap. Tapi sepatu saya sempat bergaya di salah satu trotoar di Cikini.

IMG20160605175049
Trotoar unik di Jalan Cikini Raya (dok. pribadi)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *