Musik dan Tari Bali di Palasari

Sang penari bersiap menghibur para umat pasca ibadah di Gereja Hati Kudus Yesus, Palasari (dok. pribadi)

Perayaan Natal tidak hanya dimeriahkan pohon cemara, alunan musik dan tari Bali juga turut membara.

Suasana hari Natal di Palasari memang berbeda. Warga di Dusun Palasari, Desa Ekasari memasang penjor layaknya umat Hindu merayakan Galungan. Saat ibadah mereka pun mengenakan pakaian adat Bali. Bahkan, ada pertunjukan tari Bali yang tampil saat Misa Natal hari di Gereja Hati Kudus Yesus, Palasari. Di dalam gereja, tiga penari SMP Wana Murni Melaya menarikan tari Taman Sari. Musik pengiringnya memang berupa rekaman, meskipun gereja ini sudah membentuk seka gong sebagai pengiring tari-tarian. Seka gong gereja Palasari bernama Seka Gong Hati Kudus Yesus.

“Seka ini baru satu tahun. Pelatihnya Pak Wira dari Belimbingsari. Latihannya dua kali seminggu. Hari ini megambel untuk tari Pendet saja setelah misa,” ungkap Made Rangga, pimpinan seka.

Seka gong Gereja Hati Kudus Yesus, Palasari bersemangat mengiringi penari (dok. pribadi)

Seka gong ini memang masih baru dibentuk. Walaupun demikian, mereka juga tampil ketika perjamuan tamu dan pernikahan. Saat ini ada 20 orang yang masuk anggota seka gong. Seluruh anggota seka gong adalah warga dewasa yang menetap di Palasari. Kebanyakan warga Palasari memang banyak merantau keluar desa, terutama para remaja.

“Warga Palasari banyak yang sukses di luar desa. Mereka sejak remaja sudah sekolah di luar desa. Lalu, dapat pekerjaan di sana. Jadi, saat momen Natal ini mereka semua pulang,” kata Petrus I Made Krismianto, Ketua Dewan Gereja Palasari.

Para penari cilik asli Palasari (dok. pribadi)

Setelah misa, seluruh umat Katolik Palasari keluar gereja dan saling mengucap selamat Natal. Ada banyak penganan tersaji untuk para umat yang datang. Selain itu, mereka berkumpul untuk menyaksikan penampilan dari anak-anak Palasari. Halaman gereja tampak sudah siap menjadi panggung bagi para penari. Tari Pendet pun dimulai. Para penari ialah pelajar SDK Budi Rahayu Palasari. Usai tari Pendet, para penari SMP tadi tampil kembali. Mereka menarikan tari Kembang Girang. Para umat begitu menikmati pertunjukan dengan berdiri mengelilingi halaman gereja.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *