Inspirasi Skripsi

Hari Sabtu siang yang panas. Situasi hati ini juga malas.

Setiap hari selama dua bulan, pikiran saya tertuju pada skripsi. Seharusnya saya sudah revisi. Tetapi masih saja jalan di tempat. Bingung untuk memulai lagi, kemudian malas.

Sebenarnya saya senang menulis. Ide selalu berkeliaran di otak. Namun, saya selalu sulit menangkap dan menuliskannya. Sampailah hari ini, saya berkunjung ke STIKOM Bali. Hari ini adalah hari pertama Bali Emerging Writers Festival (BEWF) 2014. Acara tahunan ini selalu terlewat dari agenda saya. Tapi, untuk tahun ini saya merasa harus datang.

Benar saja, saya merasa tersadar. Perbincangan dalam dua sesi diskusi hari ini memang biasa. Tetapi, cukup ampuh bagi saya. Dimulai dari Ahmad Fuadi dengan kata-kata mutiara andalannya “Man Jadda Wajada” yang berarti siapa yang bersungguh-sungguh dia akan berhasil. Kata-kata ini punya pengaruh besar dalam bidang apapun. Jika kita menginginkan sesuatu maka berusahalah mewujudkannya. Begitu pula dengan skripsi. Ahmad Fuadi juga menyebutkan sebuah tulisan diawali dengan satu huruf. Jadi, menulis sebenarnya bukanlah hal yang sulit, hanya perlu kemauan.

Kemauan belum tentu langgeng. Ada kalanya penulis sehebat apapun akan merasa jenuh, bosan dan malas. Kehabisan ide. Aditya Nugraha kembali mengingatkan bahwa tujuan menjadi hal yang penting. Pertanyaan yang terpenting saat mulai menulis adalah apa yang ingin ditulis? Apakah cerita lucu? Apakah skripsi? Kejenuhan sebenarnya bisa diobati dengan membaca karya-karya lain. Hal ini yang rupanya sering dilakukan Gallang Riang Gempita.

Oka Sudarsana juga seolah memberikan gambaran lain soal menulis. Setiap lomba menulis, tujuan pesertanya pastilah kemenangan. Pihak yang kalah akan selalu kecewa. Namun bagi Oka, bukanlah kemenangan yang seharusnya dicari. Saat kita berhasil menyelesaikan tulisan itu, maka kita sudah menang. Jadi predikat juara adalah bonus.

Dua sesi hari ini berdampak besar untuk saya. Keempat pembicara di BEWF 2014 hari ini berhasil menyulut semangat. Ungkapan-ungkapan mereka telah menyentil saya untuk menyelesaikan skripsi, lalu lulus kuliah.

Tulisan ini berhasil memenangkan BEWF14 Writing Competition. 

BnFx1-ACQAEZgef

By Diah

Belajar antropologi budaya di Universitas Udayana, berkiprah di bidang media dan komunikasi, aktif menulis untuk media jurnalisme warga BaleBengong.net.

0 comments

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *