Berkat Lipstik

Saya adalah orang yang introvert. Saya merasa sulit untuk berbincang dengan orang yang baru saya kenal. Setiap kali datang ke suatu acara, saya kebingungan ketika bertemu orang baru. Saya akan mulai berpikir, hal apa yang pertama saya tanyakan. Lalu, saya berpikir lagi, ah orang itu sedang asyik dengan gadget-nya. Alhasil, saya tidak memulai percakapan apapun. Saya malu untuk memulai. Hal ini sering terjadi berulang-ulang.

Ya, mungkin itu sudah bawaan. Tapi, saya berusaha untuk melawan bawaan itu. Apa bisa? Setidaknya, ada kata berusaha. Saya berusaha tampil dengan senyuman dan ramah. Walaupun, katanya saya kelihatan judes. Padahal hanya tampilan sebelum kenal.

Tapi, hari ini saya sadar, bahwa berkenalan kadang harus punya rasa berani memulai. Kita bisa memulai dengan mengajak kenalan lebih dulu. Cara lainnya dengan situasi yang membutuhkan. Saya berikan contoh tentang kejadian hari ini, berkenalan karena lipstik. Hari ini adalah pernikahan kakak sepupu saya di daerah Ubud. Selayaknya wanita, saya dan tamu undangan lain akan selalu membutuhkan cermin beserta kosmetik sederhana, yaitu lipstik! Lipstik yang akhirnya membuat saya bisa memulai obrolan.

Jadi, siapapun yang sedang merasakan hal yang sama, masih ada banyak waktu untuk berusaha. Bukan berusaha untuk berubah menjadi extrovert. Tapi, berusaha untuk berani.

By Diah

Belajar antropologi budaya di Universitas Udayana, berkiprah di bidang media dan komunikasi, aktif menulis untuk media jurnalisme warga BaleBengong.net.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *