Pilihan Pekerjaan: Antropolog

Apa sih Antropologi itu? Nanti kerjanya apa?

Banyak orang sering menanyakan hal ini. Padahal antropologi sebenarnya ilmu yang sangat luas. Jika ditinjau dari segi etimologi, kata ‘antropologi’ berasal dari bahasa Yunani yaitu anthropos berarti manusia dan logos berarti ilmu. Jadi, antropologi adalah ilmu yang mempelajari manusia dan kebudayaannya. Oleh karena itu, ilmu ini sangat luas. Antropologi mengkaji segala hal yang berkaitan dengan manusia, mulai dari ide atau aturan, perilaku dan artefak atau peninggalan fisik. Ketiga hal ini adalah wujud kebudayaan (lebih lanjut lihat Koentjaraningrat dalam Pengantar Ilmu Antropologi).
Antropologi adalah ilmu yang interdisipliner, artinya dapat dikombinasikan dengan bidang ilmu lainnya. Ada antropologi kesehatan, antropologi ekonomi, antropologi psikologi, antropologi kesenian, antropologi hukum, antropologi politik, antropologi gender, antropologi agama dan lain-lain. Semua antropologi terapan yang telah disebutkan tadi tentu berkaitan dengan manusia. Lalu, apa pekerjaan bagi lulusan antropologi?
Ya antropolog! Sama seperti lulusan psikologi maka ia akan menjadi psikolog. Tapi sayangnya orang Indonesia masih awam dengan pekerjaan ini. Sebenarnya antropolog dapat bekerja di berbagai bidang jika dilihat dari ilmu yang dipelajari, termasuk kerja kantoran. Antropolog dapat bertindak sebagai konsultan sosial budaya dalam pemasaran maupun pada bagian internal perusahaan (personalia atau Human Resources Development). 
Saat ini, lulusan antropologi yang sesuai hanya sebagai tenaga pengajar baik dosen, maupun guru dan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Terutama bagi orang-orang yang menginginkan penghasilan setiap bulan. Hal ini menyebabkan banyak lulusan antropologi tidak menjadi antropolog.
90560-pilihanantropolog-1024x450
Situs Gramedia Pustaka Utama (dok. pribadi)

Dalam sebuah situs, ada pilihan pekerjaan sebagai antropolog. Ini merupakan formulir pendaftaran anggota suatu penerbit, yaitu Gramedia Pustaka Utama. Pilihan pekerjaan sangat lengkap. Ini artinya dalam beberapa tempat, antropolog juga diakui sebagai salah satu pekerjaan. Hal ini kembali pada kreativitas dan produktivitas seseorang. Hidup Antropolog Indonesia.

By Diah

Belajar antropologi budaya di Universitas Udayana, berkiprah di bidang media dan komunikasi, aktif menulis untuk media jurnalisme warga BaleBengong.net.

5 comments

  1. Halo mbak Diah, salam kenal 🙂
    Perkenalkan nama saya Sekar, sekarang duduk di kelas 3 sebuah SMA di Jogja. Saat penjurusan saya mantap memilih IPS, meski awalnya ortu kurang setuju tapi akhirnya didukung juga.
    Saat-saat kelas 3 SMA tentunya anak-anak dituntut memikirkan masa depan, saya pun begitu. Tapi berbeda dengan teman-teman saya yang sudah punya tujuan kuliah, saya baru menuntukan tujuan sekitar 2minggu terakhir. Saya tidak tertarik masuk jurusan akuntansi atau manajemen seperti kebanyakan teman sekelas saya. Tadinya saya mantap ingin masuk Pariwisata UGM, tapi 2minggu ini setelah saya benar-benar mencari bidang yang sesuai minat, saya putuskan ingin ke Antropologi Budaya UGM (tidak bisa kuliah jauh-jauh dari keluarga di Jogja).
    Saya terus mencari informasi seputar jurusan Antropologi, dan terbawa ke artikel mbak Diah ini. Intinya mau bilang terima kasih mbak, pengetahuan bertambah setelah baca posting mbak 🙂
    Saya baca posting yang lain, menarik juga. Keren-kereeeen. Tetap menulis mbak 😀 semoga tidak keberatan berbagi info tentang bidang apapun melalui wordpress mbak ini, supaya bisa saya simak hehehehe

    Salam,
    Sekar Ayu

    1. Halo Sekar,
      Salam kenal ya. Terima kasih sudah mampir di blog saya. Saya berharap semoga nantinya tidak berubah pikiran, hehe. Yang pasti kesuksesan bukan karena jurusan kita apa, tapi seberapa jauh usaha kita untuk mendalami minat kita. Semoga sukses, Sekar 🙂

      Salam,
      Diah Dharmapatni

  2. Hallo Mbak Diah saya tau postingan mbak diah ini sudah sangat lama mungkin karna saya baru menjadi anak kls 3 SMA dan harus menentukan masa depan jadinya saya mencari informasi mengenai harus melangkah kmna saya demi masa depan .
    Mbak diah saya sangat senang mempelajari mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan manusia baik itu sifatnya ataupun krakternya setelah saya baca postingan mbak diah saya semakin tertarik dan ingin mencari antropolog namun kendala saya , saya bukan jurusan IPS melaikan IPA awalnya saya mencari IPA karna IPA itu bisa kesegala bidang namun setelah mempelajarinya saya kurang tertarik mungkin keahlian saya bukan di IPA .Jika nantinya saya mencari antropolog saya tidak mendapat materi mengenai itu jadi ilmu saya kurang di antropolog . Bagaimana menurut mbak diah ?

    Salam
    Dea Alvionita

    1. Hai Dea,

      Maaf saya baru aktif ngeblog lagi. Kalau dari jurusan IPA sebenarnya tidak masalah lho. Banyak juga dokter yang ambil master dan doktor antropologi. Beberapa dokter ini sadar karena yang mereka obati bukan hanya penyakit, tapi juga manusia yang punya latar belakang budaya yang beraneka ragam. Antropologi juga belajar tentang struktur anatomi tubuh manusia lho. Setahu saya di Unair belajar tentang itu karena ada penjurusan kesana. Kalau saya sendiri kuliah antropologi budaya di Universitas Udayana. Feel free to ask ya! Semoga sukses.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *