RESENSI: Saat Tulisan dan Gambar “Mengejek” DPR

  • Judul : DPR Uncensored
  • Penulis : Dati Fatimah dan Mail Sukribo
  • Penerbit : Bentang Pustaka
  • Tahun Terbit : 2008
  • Tempat Terbit : Yogyakarta
  • Jumlah Halaman : xx + 166 halaman
  • Harga : Rp 29.000,-

DPR selalu mendapat sorotan. Bagaimana tidak? Jika DPR selalu saja membuat masalah. Mulai dari kasus KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) sampai skandal video mesum. Dari tahun ke tahun praktek demokrasi di tubuh DPR pun tak pernah lurus. Tak heran jika kinerja DPR selalu mendapat protes dari masyarakat.Inilah yang mengispirasi Dati Fatimah dan Mail Sukribo untuk menulis buku ini. Buku berjudul DPR Uncensored ini benar-benar mengupas DPR dengan jujur dan kritis. Dati dan Mail menggabungkan analisis, pemaparan fakta, kritik, saran, dan harapan ke depan dalam buku ini. Ada 4 bab di dalamnya dan mempunyai keterikatan satu sama lain. Bab pertama membahas tentang gambaran kondisi Indonesia dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Bab selanjutnya akan mengupas kinerja lembaga perwakilan rakyat secara gamblang. Bab ketiga mengkaji secara khusus kasus korupsi yang terjadi di dalam tubuh DPR. Bab terakhir, kedua penulis yang sama-sama berasal dari Yogyakarta ini menuliskan proses transisi demokrasi dan bagaimana mengawali transisi untuk rakyat.

Tak hanya sekadar menuangkan kritikan, tapi juga mengajukan harapan lewat epilog yang bertajuk Menyelamatkan DPR, Menyelamatkan Indonesia. Epilog ini ditulis oleh Denny Indrayana, seorang mantan Ketua Pukat Korupsi Fakultas Hukum UGM. Andy F. Noya juga turut berkomentar pada sampul depan. Menurutnya, “Buku ini memotret Indonesia dengan cara yang tidak biasa, nakal, jenaka ….”

Sulit ditemukan buku berisi tulisan dan gambar sekaligus di dalamnya. Namun, Dati dan Mail mampu mewujudkannya. Dati menuliskan teks dan Mail mengilustrasikannya lewat kartun. Biasanya, topik DPR selalu dibahas dalam forum – forum resmi. Namun dengan kritikan yang tajam dan menggelitik membuat tema yang cukup berat ini menjadi ringan. Gaya bahasa yang digunakan pun mudah dimengerti dan tidak berbelit-belit.

Namun sayang, penulis hanya menuliskan sisi negatif dari DPR. Uncensored berarti tidak disensor. Bukan berarti sesuatu yang disensor itu selalu buruk. Sesuatu yang baik pun dapat diangkat. Atau hal yang baik itu malah dikenai sensor?

Penulis mencoba membuka pikiran pembaca lewat pemikiran di setiap kalimat dan gambar. Tak hanya itu, ada pula bukti – bukti berupa data riil yang mendukung tulisan. Buku ini sangat bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Sudah saatnya mengawali periode baru demokrasi.

Buku ini disajikan dengan sampul yang menarik Dengan menggunakan warna kuning pekat yang cerah buku ini, cukup menarik bagi pembaca. Apalagi sampul juga dilengkapi gambar kartun yang mewakili anggota – anggota dewan dan tingkah polahnya. Kekuatan kertasnya pun cukup baik. Penggunaan tupografinya cukup pas.

Dati dan Mail berhasil mengupas kebobrokan DPR. Buku yang diterbitkan tahun 2008 ini pun sangat menarik. Dengan penggabungan tulisan dan gambar menjadikan buku ini masuk dalam daftar belanja pecinta buku. Terutama untuk pecinta buku yang sarat kritikan namun tidak asal seperti DPR.


Rubrik Resensi dalam Lomba Kording yang diselenggarakan Pers Mahasiswa Akademika, UNUD.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *